Kamis, 10 Juni 2010

VIRUS BERBAHAYA YANG MUNGKIN ANDA TIDAK TAHU

VIRUS BERBAHAYA YANG MUNGKIN ANDA TIDAK TAHU
Isa Alamsyah

Sudah hampir seminggu ini saya (Isa Alamsyah) terkena sakit mata. Awalnya hanya satu di sisi kanan. Setelah dua hari pertama bukan membaik malah kiri juga merah. Awalnya bermula dari Adam Putra. Lalu ke Putri Salsa, lalu ke Ayah Isa dan Bunda Asma Nadia. Sehingga kami menyebut the red eye family. Putri Salsa bahkan sempat diminta pulang dari sekolah karena dikhawatirkan menularkan sakit mata di sekolah.

Belum reda sakit mata kami, salah seorang pegawai tertular dan tidak bisa masuk kantor. Di rumah istrinya juga ketularan sehingga dilarang ke kantor. Agung Pribadi salah satu adminitrator komunitas bisa juga ketularan. Beberapa janji bisnis terpaksa dibatalkan agar tidak menular lebih luas.
Ternyata ini bermula dari tamu yang kebetulan datang dan sakit mata tapi baru tahap awal jadi tidak menyadarinya, dan kebetulan orang dirumah sedang kelelahan jadi mudah tertular. Alhamdulillah kini sudah mulai membaik.

Tapi tulisan ini bukan tentang virus penyebab sakit mata, melainkan tentang virus yang lebih berbahaya. Virus yang membuat orang jatuh dalam kegagalan.
Virus ini sudah banyak membuat orang gagal, tapi orang yang mengidap virus ini tidak sadar, sehingga menularkan kegagalan ke mana-mana.

Virus ini adalah excuse, atau dalih atau pembenaran.
Virus ini diidap oleh banyak orang tua, banyak pekerja, banyak pegawai negeri, dan banyak politisi. Hampir diidap semua golongan dan profesi.

Seorang guru misalnya mengatakan pada siswanya, wajar kita kalah, karena sekolah lain fasilitasnya lebih baik. Tanpa sadar guru ini menanamkan virus excuse pada anak bahwa kalau minim fasilitas kita boleh gagal, boleh dikalahkan oleh yang fasilitasnya lebih bagus.
Padahal Irak minim fasilitas setelah perang malah jadi juara piala Asia.
Kita bahkan berhasil merebut kemerdekaan sekalipun kalah fasilitas dari penjajah.

Orang tua kadang marah pada anak karena masih terbawa masalah di kantor. Tanpa sadar mereka memberi virus excuse bahwa kita boleh bersikap seenaknya kalau sedang emosi.

Ketika kita berbinis gagal, dengan mudah kita berdalih belum rezeki. Seolah kegagalan bisnis datangnya bukan dari kesalahan rencana, bukan karena kejelekan produk, bukan karena ada salah pemasaran, melainkan ketentuan Tuhan. Kita yang salah strategi bisnis, tapi Tuhan yang disalahkan. Ingat segala kebaikan datangnya dari Allah, dan keburukan adalah akibat diri sendiri.

Kebiasaaan memberikan pembenaran atas kegagalan lebih berbahaya dari kegagalan itu sendiri.
Virus excuse memberi kita rasa nyaman untuk gagal. Kita gagal tapi bisa tidur pulas karena menemukan dalih atau pembenaran atas kegagalan kita.

Apakah Anda terjangkit virus excuse?
Baca buku No Excuse!, tersedia di Gramedia, Togamas dan Gunung

Ditunggu komentarnya: http://bit.ly/9lxHx2

0 komentar:

Poskan Komentar