Kamis, 21 April 2011

dakwah berbasis kompetensi, WHY NOT?! *mesti itu!!*


Huh!!! tersindir oleh perkataan ku sendiri..
yah,,begitulah.. kemarin saat bertandang ke sebuah wisma akhwat dalam rangka belajar untuk persiapan ujian blok 14.. aku tiba2 melihat seorang junior yang masih tidur-tiduran di kamarnya.. sebagai senior yang baik aku pun membangunkannya untuk belajar, coz besoknya dia bakal mengikuti ujian blok 2.. berhasil sih, but tuh anak masih nguap2 dengan mata sayu.. slides kuliah bertebaran di samping tempat tidurnya.. ketika ditanya beberapa point di slides untuk menguji hafalannya, eh..dia malah merengek dengan wajah memelas bilang belum hafal.. waduh!!! udah H-1 gini belum semua slides dia baca.. Toh, apa bedanya dengan aku??!! walaupun aku juga belum hafal semua slides yang diberikan dosen, aku tetap ngasih wejangan buat junior ku tadi.. "Hayo, kita mesti semangat.. tinggal 1 hari lho.." kemudian seorang teman seangkatan yang ikut belajar bareng di wisma, vira, bilang, "Iya, mesti berdakwah berbasis kompetensi" sambil menepuk2 pundak junior kami yang masih terlihat mengantuk..
walah,,kenapa aku malah tersindir dengan kata2 itu??

"DAKWAH BERBASIS KOMPETENSI"

yup, seharusnya memang begitu idealnya.. tapi kebanyakan ikhwan dan akhwat di kampus lupa menerapkannya,, dan aku adalah salah satu diantaranya :(
selama ini pontang-panting ke sana kemari menjalankan setumpuk amanah di lembaga intra dan ekstra kampus.. siyasi maupun da'wi.. tapi minim mengeksplor kemampuan akademik.. sehingga SKS (Sistem Kebut Semalam), sistem yang terkenal itu menjadi satu-satunya pilihan ketika ujian telah di depan mata.. sedih juga terkadang melihat kondisi ini.. mengapa tidak bisa menyeimbangkan antara aktivitas dakwah dan akademis?! padahal dulu sudah dapat materi TAWAZUN!! but, kayaknya mungkin pemahaman mengenai jihad dan dakwah ini masih belum duduk benar di pemikiran sebagian besar ikhwan dan akhwat.. jihad dan dakwah tidak sebatas wajihah dan agenda rutin.. namun lebih luas dari itu.. akademik yang sering di-nomor 2-kan sebenarnya adalah bagian dari jihad dan dakwah.. akademik OK itu berarti dakwah akan melaju lebih dahsyat.. dan untuk sukses akademik, kita mesti berjihad (bersungguh2) untuk belajar.. betul apa betul?? Hayo, omongan siapa yang lebih didengarkan? Orang yang IPKnya tinggi, biasa2 aja, atau yg anjlok sehingga mesti ngulang ujian bahkan remedial blok? tentu yang IPK nya tinggi dunk!!! Trus, pimpinan kampus (Dekan dan jajarannya) bakal ngasih lampu hijau buat organisasi yang beranggotakan orang2 yg IPK nya bagus ato yg isinya anak2 gagal ujian & blok mulu? Hayo dijawab!!! pastilah kasih lampu hijau ke yang IPKnya bagus!!! so, supaya wajihah dakwah yang kita perjuangkan melaju mulus maka akademik menjadi poin yang tidak boleh dilupakan.. jadi, SKS cukuplah untuk blok ini dan yg kemarin2 aja.. jangan diulangi lagi.. buatlah semua orang terpesona dengan para ikhwan dan akhwat yang membumbung dengan IPK yang tinggi sehingga dakwah kampus pun turut melaju karenanya..
dakwah berbasis kompetensi, WHY NOT??!! hehe...^^
ohya, jangan lupa tawazun..
so, ga cuma study oriented (SO) but mesti jihad oriented (JO)..oke??!! okeh dech!!! hehe..
ingat,, kewajiban kita lebih banyak daripada waktu yang tersedia.. so, must be smart to pass it..
ketika kita meninggalkan perbuatan2 baik, berarti perbuatan2 mubazir dan keburukan lah yang akan mengisi waktu kita..
waspadalah!!!

ayo buktikan, ADK memang mantap!!!

wassalam


(padang, selasa, 16 desember 2008)

0 komentar:

Poskan Komentar